Biro Umroh Semarang | Dewangga Lil Haji Wal Umroh – Ka’bah merupakan pusat titik kiblat seluruh umat Islam di dunia ini. Di dalam al-Qur’an Ka’bah memiliki nama lainnya yaitu: Bakkah, Baitullah, al Bait, Baitul Haram, Qiblah dan al Bait al Atiq. Ka’bah pertama kali didirikan oleh Nabi Adam as yang kemudian hancur ketika terjadi banjir bandang di zaman Nabi Nuh as. Didirikan kembali pada tahun 1500 SM oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail as. Dari dahulu sampai tahun 1040 M Ka’bah pernah mengalami beberapa renovasi dan perluasan, selengkapnya bisa dilihat di artikel Masjidil Haram dan Ka’bah. Dari tahun 1040 M sampai sekarang ukuran Ka’bah tidak pernah berubah, hanya dilakukan beberapa renovasi bagian-bagian Ka’bah lainnya saja. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penjelasan bagian-bagian dari Ka’bah seperti: Hajar Aswad, Pintu Ka’bah, Saluran Air (Mizab), Syadzarwan, Hijr Ismail, Multazam, Maqam Ibrahim, Rukun Hajarul Aswad, Rukun Yamani, Rukun Syami, Rukun Iraqi, Kelambu Ka’bah (Kiswah), Garisan Coklat di Marmer, dan Atap Ka’bah.

1. Hajar Aswad Hajar Aswad ini terletak di sisi selatan Ka’bah, merupakan batu mulia yang berasal dari Jannah sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam haditsnya “Hajar Aswad turun dari surga, dalam kondisi berwarna putih dari air susu, yang kemudian dosa-dosa anak Adam lah yg menjadikannya berwarna hitam.” (HR at-Tirmidzi, yg dishahihkann oleh al-Albani, Shahih Sunan at-Tirmidzi, no.877). Hajar Aswad awalnya berupa sebongkah batu besar dengan ukuran kurang lebih 30 cm, namun beberapa peristiwa telah terjadi kepadanya yg menjadikan bentuknya hanya pecahan kecil sebesar ukuran biji kurma dan hanya ada 8 buah, dengan dilapisi perak mengelilinginya. Bisa dibaca selengkapnya di artikel Kisah Hajar Aswad.

2. Pintu Ka’bah Pintu Ka’bah ini mempunyai nama yaitu Al-Burk, pintu yang berbahankan emas murni 99 karat, dengan berat total 280 kg. letak pintu tersebut berada di atas lantai tawaf dengan tinggi 2,25 meter, daun pintunya sendiri panjangnya 3,06 meter dengan lebar 1,68 meter. Pintu yg sekarang ini merupakan hadiah dari raja Khalid bin Abdul Aziz. Dalam catatan sejarah, pintu Ka’bah ini telah berubah-ubah baik dari bahan baku, seni juga bentuknya. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Siapa yg masuk ke Baitullah berarti dia masuk dalam kebaikan, keluar dari kejahatan & dia mendapatkan ampunan” (HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas)

3. Saluran Air (Mizab) Mizab merupakan talang air yang terletak di bagian tembok atas Ka’bah, tepat berada di atas Hijr Ismail. Talang ini dibuat untuk membuang genangan air dari atap jika terjadi hujan atau sewaktu proses pencucian Ka’bah. Talang air ini memiliki panjang 1.95 m, tinggi 23 cm dan lebarnya 26 cm. talang ini berbahankan tembaga yg dilapisi emas, sehingga disebut “Talang Emas”.

4. Syadzarwan Syadzarwan merupakan bangunan yg melengkung mengelilingi bagian bawahnya Ka’bah (area tawaf) kecuali Al-Hathim. Tembok kuat ini berbahankan batu marmer, dibentuk mengitari Ka’bah agar dapat melindungi Ka’bah dari bahaya banjir dan menjaga keselamatan Jama’ah juga kiswah dari kerumunan banyak orang. Batu marmer yg menjadi bahan dasarnya merupakan marmer yg termahal di dunia. Saat renovasi Ka’bah berlangsung di tahun 1417 H, dilakukan renovasi juga pada marmer Syadzarwan yg lama dan digantikan dengan yg baru.

5. Hijr Ismail Bangunan yang berada tepat di depan Ka’bah dengan bentuk setengah melingkar ini disebut dengan Hijr Ismail. Letaknya di dekat Ka’bah ke arah Syam (Utara). Ruang yang ada di antara dinding itu dan Ka’bah masih merupakan bagian dari Ka’bah itu sendiri. Seseorang tidak diperkenankan untuk melaksanakan shalat fardu di dalam Hijr Ismail. Tawaf pun tidak dianggap sah kecuali di bagian belakangnya. Dalam sejarah Nabi Ibrahim meletakkan istri dan anaknya di tempat itu yang sekarang menjadi Hijr Ismail namanya. Dahulu Hijr ismail itu bebrbentuk lingkaran penuh namun di zaman Quraisy terjadi renovasi yang menjadikan Hijr Ismail terpotong separuh lingkarannya dengan begitu disebutlah Hathim yang artinya terpotong. Makanya jama’ah tidak dianggap sah tawafnya jika hanya mengelilingi Ka’bah, tapi diharuskan juga untuk mengelilingi Hijr Ismail karena Hijr ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Dalam sebuah sabda Rasulullah Saw, Aisyah berkata “aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melaksanakan Shalat di dalamnya, Rasulullah Saw kemudian membawa Aisyah ke dalam Hijr Ismail sambal berkata “Shalatlah kamu disini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah” (Hadits Riwayat Abu Dawud) [sumber]

Biro Umroh Semarang | Dewangga Lil Haji Wal Umroh 📱Whatsaap : 081228155300

KANTOR PUSAT : – Sriwijaya 57 Semarang Telp. (024) 8418218 – Jl. Setiabudi No. 91 Srondol Semarang, Telp. 024 76405900 , 0816650805

KANTOR PERWAKILAN : – Jl. Raya Pati – Tayu Km. 1 Depan Asrama Tentara Alugoro Pati Telp. 0295 383070 , 0852 9003 3398 – Jl. Sunan Abinawa Patebon Kendal Telp. 08122 9999 300 – Jl. Tumenggung Jogonegoro No. 33 Jaraksari – Wonosobo Telp. 0286 323868 , 0822 4282 9361 – Jl. Jend. Sudirman Rembang Depan Pom Bensin Desa Tireman Telp. 0295 383070 , 0852 2802 5000