Masjid Al-Ghamamah terletak di barat daya Masjid Nabawi, 500 meter dari Bab As-Salam. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi Rasulullah SAW untuk melaksanakan sholat Id pada tahun 631 Masehi.

Dulunya lokasi ini merupakan sebuah lapangan yang terletak di kawasan al-Manakha, salah satu tempat yang biasa digunakan oleh Rasulullah SAW untuk mendirikan shalat Id. Maka dari itu, sebagai bentuk penghormatan atas kebiasaan Rasulullah SAW maka didirikanlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Al-Mushalla.

Masjid Al-Mushalla sekarang dikenal dengan nama Masjid Al-Ghamamah. Dari arah Babus Salam, bila kita melihat ke arah barat akan terlihat masjid yang memiliki kubah-kubah kecil. Warnanya kelabu dan berkubah putih.

Khalifah Umar bin Khattab merupakan orang yang pertama kali membangun masjid ini. Adapun bangunan yang ada sekarang merupakan peninggalan pembangunan Sultan Abdul Majid al-Utsmani. Masjid ini pernah direnovasi kembali pada masa Raja Fahd (1411H).

Bentuk masjid ini adalah persegi panjang, terdiri dari dua pintu masuk dan aula shalat. Mempunyai atap dengan lima kubah berbentuk bola. Bagian luar Masjid Al-Ghamamah dihiasi dengan lapisan batu basal hitam.

Aula shalat mempunyai panjang 30 meter dan lebar 15 meter. Aula dipecah menjadi dua serambi dan diatapi dengan enam kubah dalam dua deretan yang sejajar. Tiang-tiang pengampu masjid di poles dengan warna hitam sehingga mempesona dengan pemandangan yang sangat estetis pada masjid, gabungan dua warna yang berpadu serasi.

Sayangnya, menurut berita yang beredar, Masjid Ghamamah akan diruntuhkah oleh pemerintah Arab Saudi karena adanya pembangunan ekspansi Masjid Nabawi. (Diolah dari berbagai sumber)

Baca juga : Menelisik Kembali Mada’in Saleh, Situs Sejarah Peninggalan Nabi Saleh