Biro Umroh Semarang | Dewangga Lil Haji Wal Umroh. Setiap musim haji diperkirakan diikuti sekitar dua juta lebih jamaah dari Indonesia. Salah satu kewajiban mereka saat berhaji adalah melempar batu di jamarat. Jumlah batu yang harus dilempar adalah 49 buah bagi yang Nafar Awal dan 70 buah bagi yang Nafar Tsani. Lantas, apakah batu tersebut harus diambil dari Muzdalifah?

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’thi mengatakan, ada dua pendapat terkait batu yang digunakan untuk lontar jumrah. Pendapat pertama mengatakan, batu harus diambil dari Muzdalifah. Pendapat kedua, batu boleh diambil juga dari wiilayah Masya’ir. Wilayah Masya’ir adalah wilayah Arafah, Mina, termasuk tanah haram Makkah.

“Rasulullah memang mengambil batu di Muzdalifah. Sewaktu melakukan perjalanan dari Arafah ke Mina, Rasul mabit di Muzdalifah. Setelah Subuh, Rasul bergerak ke Mina untuk melontar jumrah. Ya, memang afdolnya seperti itu,” ujarnya.

Tetapi, saat ini, untuk mengambil batu di Muzdalifah tidak memungkinkan. Jangankan untuk mengambil batu, bus berhenti sebentar saja sudah diminta jalan lagi. Hal ini disebabkan jutaan jamaah bergerak secara bersamaan menuju Muzdalifah. Sehingga, yang memungkinkan mengambil batu adalah mereka para jamaah yang berjalan kaki.

Nah, jamaah yang belum mengambil batu dari Muzdalifah, boleh menyiapkan batu dari wilayah Masya’ir. Yang tidak boleh adalah membawa batu dari Tanah Air,” katanya

[sumber]

 

Biro Umroh Semarang | Dewangga Lil Haji Wal Umroh 📱Whatsaap : 081228155300

KANTOR PUSAT : – Sriwijaya 57 Semarang Telp. (024) 8418218 – Jl. Setiabudi No. 91 Srondol Semarang, Telp. 024 76405900 , 0816650805

KANTOR PERWAKILAN : – Jl. Raya Pati – Tayu Km. 1 Depan Asrama Tentara Alugoro Pati Telp. 0295 383070 , 0852 9003 3398 – Jl. Sunan Abinawa Patebon Kendal Telp. 08122 9999 300 – Jl. Tumenggung Jogonegoro No. 33 Jaraksari – Wonosobo Telp. 0286 323868 , 0822 4282 9361 – Jl. Jend. Sudirman Rembang Depan Pom Bensin Desa Tireman Telp. 0295 383070 , 0852 2802 5000