Dewanggaumroh.com - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai memasuki fase penting. Pemerintah melakukan berbagai pembenahan menyeluruh agar pelayanan jamaah semakin tertata, profesional, serta transparan.
Melalui Kementerian Haji dan Umrah, sejumlah aturan terbaru haji 2026 resmi diberlakukan dan akan menjadi pedoman utama pelaksanaan haji tahun depan.
Kebijakan ini bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi langkah besar dalam memperbaiki tata kelola haji Indonesia.
Pemerintah ingin memastikan setiap proses, mulai dari pendaftaran, pembinaan manasik, keberangkatan, hingga pelayanan di Tanah Suci seperti Makkah dan Madinah, dapat berjalan lebih efektif serta mengutamakan kenyamanan jamaah.
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan haji 2026 harus menghadirkan sistem yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan umat.
Menurutnya, perbaikan regulasi ini menjadi pondasi penting agar pelayanan tidak lagi tumpang tindih, prosesnya lebih cepat, dan hak jamaah benar-benar terlindungi.
UU Haji Terbaru Jadi Landasan Penyelenggaraan
Perubahan aturan terbaru haji 2026 ini merujuk pada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang kini disempurnakan menjadi UU Nomor 14 Tahun 2025.
Revisi tersebut menghadirkan berbagai penyesuaian strategis, baik dari sisi manajemen, distribusi kuota, hingga teknis pelayanan di lapangan.
Dengan regulasi baru ini, pemerintah berharap sistem haji Indonesia menjadi lebih modern, terintegrasi, serta mampu mengikuti dinamika kebutuhan jemaah yang terus meningkat setiap tahunnya.
Selain itu, transparansi anggaran dan pengawasan juga diperkuat agar penyelenggaraan haji semakin profesional dan terpercaya.
Berikut lima aturan terbaru haji 2026 yang wajib dipahami calon jamaah:
1. Penyelenggaraan Haji Sepenuhnya Dikelola Kemenhaj
Mulai musim haji 2026, seluruh pengelolaan haji berada di bawah kendali penuh Kementerian Haji dan Umrah.
Jika sebelumnya sebagian besar kewenangan berada di Kementerian Agama, kini tanggung jawab tersebut dipusatkan dalam satu lembaga agar koordinasi lebih rapi dan keputusan dapat diambil lebih cepat.
Pengelolaan ini mencakup penataan infrastruktur layanan, penyiapan sumber daya manusia, pengaturan teknis perjalanan, hingga pelayanan operasional di Tanah Suci.
Sistem terpusat ini diharapkan mampu meminimalkan miskomunikasi antarinstansi serta mempercepat respons terhadap kebutuhan jamaah.
Dengan model satu komando, pemerintah optimistis kualitas pelayanan akan meningkat karena setiap kebijakan dapat dieksekusi secara lebih terarah dan efisien.
2. Kuota Petugas Dikurangi, Kuota Jemaah Ditambah
Perubahan berikutnya menyasar komposisi kuota. Pemerintah melakukan efisiensi jumlah Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) agar lebih banyak kursi dialokasikan untuk masyarakat yang telah lama menunggu antrean keberangkatan.
Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi calon jamaah, sebab peluang berangkat haji diperkirakan semakin besar.
Total kuota haji reguler Indonesia tahun 2026 mencapai 203.320 jemaah, yang terdiri atas:
191.419 jemaah reguler
10.166 kuota prioritas
685 pembimbing ibadah/KBIHU
150 petugas haji daerah
Dengan pengurangan petugas administratif yang dinilai bisa dioptimalkan, pemerintah ingin memastikan kuota lebih banyak dimanfaatkan langsung oleh jemaah.
3. Non-Muslim Diperbolehkan Menjadi Petugas Teknis
Salah satu aturan yang cukup menyita perhatian adalah dibukanya kesempatan bagi non-Muslim untuk terlibat sebagai petugas haji di sektor teknis.
Namun perlu dipahami, peran mereka terbatas pada bidang non-ritual seperti kesehatan, logistik, teknologi informasi, dan layanan operasional.
Sementara itu, seluruh aspek ibadah dan pendampingan spiritual tetap ditangani petugas Muslim.
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan profesionalitas pelayanan, karena tenaga ahli di bidang medis maupun teknis dapat direkrut tanpa batasan agama.
Dengan dukungan tenaga profesional yang kompeten, pemerintah berharap layanan jemaah menjadi lebih cepat, aman, dan responsif, terutama dalam situasi darurat.
4. Penentuan Kuota Daerah Dipusatkan ke Menteri
Distribusi kuota haji kini dilakukan secara terpusat. Jika sebelumnya pemerintah daerah memiliki kewenangan besar dalam menentukan pembagian, sekarang penetapan langsung berada di tangan Menteri Haji dan Umrah.
Pendekatan ini diambil agar pembagian lebih adil dan merata, berdasarkan data antrean, jumlah pendaftar, serta kondisi demografis masing-masing wilayah.
Dengan sistem berbasis data, ketimpangan kuota antar daerah diharapkan dapat ditekan.
Langkah ini juga mencegah potensi perbedaan kebijakan di tiap wilayah sehingga prosesnya lebih transparan dan seragam secara nasional.
5. Usia Minimal Pendaftaran Turun Menjadi 13 Tahun
Perubahan terakhir berkaitan dengan batas usia pendaftaran. Kini calon jamaah sudah dapat mendaftar sejak usia 13 tahun, lebih muda dibanding aturan lama yang menetapkan usia minimal 17 tahun.
Penyesuaian ini mempertimbangkan aspek syariat Islam, di mana usia tersebut umumnya telah memasuki masa akil balig.
Dengan mendaftar lebih awal, generasi muda memiliki kesempatan lebih cepat masuk daftar tunggu.
Mengingat antrean haji di Indonesia bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun, kebijakan ini memberi peluang besar bagi keluarga yang ingin merencanakan ibadah haji sejak dini.
Aturan Haji Terbaru 2026
Melihat berbagai perubahan di atas, jelas bahwa regulasi haji 2026 membawa banyak pembaruan penting.
Mulai dari pengelolaan yang lebih terpusat, penambahan kuota jemaah, hingga kemudahan pendaftaran usia muda, semuanya dirancang demi kenyamanan dan kepastian ibadah.
Karena itu, calon jamaah disarankan untuk terus mengikuti informasi resmi dan mempersiapkan segala kebutuhan sejak sekarang.
Pemahaman yang baik terhadap aturan terbaru akan membantu proses pendaftaran, pelunasan biaya, manasik, hingga keberangkatan berjalan lebih lancar tanpa kendala administrasi.
Bagi jamaah yang ingin memperoleh informasi lengkap seputar kuota, pendaftaran, estimasi biaya, pembinaan manasik, serta program pendampingan haji secara profesional, tim Dewangga Lil Hajj Wal Umroh siap biaya yang lebih hemat hingga USD 3.000, pasti berangkatnya, fasilitas lengkap, hotel dekat, dan bimbingan ibadah maksimal.
Klik link di bawah ini untuk melihat informasi lengkap, detail program, serta panduan Haji 2026 dari Dewangga:
https://drive.usercontent.google.com/u/0/uc?id=1Y50NDakukH5RVVXa9Ph-PR1WGss35Irk&export=download
Melaksanakan sholat Jumat adalah suatu hal yang wajib bagi umat muslim. Tentunya kewajiban ini ha...
Setiap orang yang tidur kerap kali mengalami mimpi. Mimpi sendiri bisa berarti sebagai bunga tidu...
Pendaftaran haji secara online kini memberikan kemudahan signifikan bagi warga negara Indonesia (...
Pengertian Dilansir dari Kementrian Agama (Kemenag) RI, badal haji adalah kegiatan p...
Dewanggaumroh.com - Kementerian Agama telah menerbitkan jadwal rencana perjalanan haji (RPH) 1446...
Menunaikan ibadah haji tentunya harus melaksanakan semua rangkaian kegiatan rukun haji yang terdi...
Dewanggaumroh.com - Ada kabar terkini terkait pelaksanaan ibadah haji kloter pertama tahun 2025/...
Niat adalah inti dari setiap ibadah dalam Islam, termasuk Haji dan Umroh. Niat bukan sekadar lafaz y...
Menunaikan ibadah haji dan umroh merupakan impian setiap umat Islam. Akan tetapi ada perbedaan bu...
Kata ihram berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti mengharamkan. Dalam konteks haji, ihr...
Dewanggaumroh.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi mengakhiri masa pelunasan Biay...
Dewanggaumroh.com - Musim haji 2025 menghadirkan berita baru, salah satunya datang dari jamaah ha...
Dewanggaumroh.com - Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI m...
Dewanggaumroh.com - Musim haji 2025 yang akan segera dilaksanakan membuat Kementerian Agama (Keme...
Dewanggaumroh.com - Dalam ibadah haji, ada urutan dan tahapan yang harus dilaksanakan oleh jamaah...
Bisa menunaikan ibadah haji adalah salah satu keinginan bagi semua umat islam karena mampu menyem...
Arab Saudi mengimbau para jemaah umrah untuk mempersiapkan kesehatan fisik dengan membawa perleng...
Dewangganews.com - Menjelang musim haji 2025, Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa akan menutup...
Dewanggaumroh.com - Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan baru terkait pelaksanaan haji 2025...
Dewanggaumroh.com - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegask...