Ketua Umum Himpuh: Haji Furoda Mengandung Resiko, Tapi Bisa Diantisipasi

Umroh Semarang – Haji Furoda merupakan salah satu solusi alternatif yang bisa mengatasi permasalahan panjangnya antrean haji di Indonesia.

Program ‘haji tanpa antre’ tersebut pun cukup diminati oleh umat muslim di Tanah Air, meskipun mereka harus mengeluarkan biaya besar.

Meski demikian, program Haji Furoda tidak selamanya berjalan mulus. Di tahun 2022 saja, ribuan calon jemaah Haji Furoda gagal berangkat akibat visa mujamalah mereka tidak terbit.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Budi Darmawan menegaskan bahwa Haji Furoda memang memiliki resiko gagal berangkat, berbeda dengan Haji Reguler ataupun Haji Khusus.

“Karena jemaah Haji Furoda ini berangkat menggunakan Visa Mujamalah, visa undangan yang diberikan oleh keluarga kerajaan Arab Saudi, buka visa haji pada umumnya,” terang Budi Darmawan dalam acara Talkshow ISRA Festival bertajuk Haji Tanpa Antre, Bisa? pada Jumat (23/12/2022).

Budi menyampaikan bahwa Visa Mujamalah umumnya baru terbit di last minutes atau di penghujung waktu, karena memang proses penerbitannya pun sangat panjang.

“Jadi pertama penyelenggara mengajukan nama, kemudian diproses oleh para Amir (keluarga kerajaan) melalui Kementerian Haji. Setelah itu dilimpahkan ke Kementerian Dalam Negeri, lalu ke Kementerian Luar Negeri, balik lagi ke Kementerian Dalam Negeri, baru kembali lagi kepada Amir. Proses ini panjang, biasanya dimulai dari bulan Rajab hingga Syawal, barulah diterbitkanlah surat keterangan terdaftar di dalam sistem,” jelas Budi.

Mengingat Visa Mujamalah terbit pada last minutes, dan itupun belum bisa dipastikan terbit atau tidaknya, namun pihak penyelenggara tetap harus mempersiapkan seluruh akomodasi bagi calon jemaah Haji Furoda.

“Ketika si Penyelenggara Haji Furoda dalam hal ini adalah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) sudah melakukan reservasi hotel, pesawat, katering dan transportasi di Arab Saudi, itu artinya PIHK tersebut sudah sangat serius menyelenggarakan Haji Furoda. Kalau dia belum mempersiapkan itu, artinya dia tidak serius, dan patut untuk tidak dipilih oleh calon jemaah,” papar Budi.

Apabila pada akhirnya resiko terburuk itu terjadi, Visa Mujamalah calon jemaah Haji Furoda tidak terbit, maka tentu saja kerugian itu harus ditanggung secara bersama-sama, tidak bisa dibebankan oleh satu pihak saja.

Memahami resiko secara bersama-sama, serta siap menanggung kerugian yang timbul, adalah bentuk antisipasi terbaik dalam penyelenggaraan Haji Furoda.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada rekan-rekan travel yang menjual paket Haji Furoda, tolong sampaikan ini sejelas-jelasnya kepada jemaah, supaya jelas perjanjian satu sama lain, resiko-resikonya. Ini resikonya harus ditanggung dua belah pihak. Ketika ada sesuatu yang terjadi, tidak boleh hanya satu pihak yang dibebankan,” pungkas Budi.

Sumber

Segera booking seat Anda ke Tanah Suci sekarang, karena seat/quota cepat penuh terisi.
📱Whatsaap :
0811300180
081228155300
0816650805

Hubungi Kami : 🔸Semarang ▫ Jl. Majapahit No. 75 saka square blok 12 a-b, Telp. 0816650805

🔸Pati ▫ Jl. Raya Pati-Tayu Km.1 Telp 0295 38070 / 085290033398

🔸Kendal ▫ Jl. Sunan Abinama Km. 0,5 Patebon, Kendal Telp 081229999300

🔸Wonosobo ▫ Kasiran Rt 03 Rw 08 Mlipak Wonosobo 56312 Telp. 0286 – 323868 / 082 2428 29361

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top