Syarat haji adalah segala hal yang harus dipenuhi seseorang sehingga diwajibkan baginya untuk melaksanakan haji, dan apa bila syarat-syarat tersebut ada yang tidak dipenuhi maka gugurlah kewajiban melaksanakan haji baginya. Adapun syarat-syarat haji yaitu;

Syarat Haji ke-1: Islam Orang yang mengerjakan haji wajib beragama Islam. Jika ada orang non Islam ingin berhaji, tentu saja ia harus bersyahadat terlebih dahulu, lalu melakukan kewajibannya sebagai islam seperti sholat, puasa, zakat dan ibadah-ibadah lainnya.

Syarat Haji ke-2: Berakal Maksudnya waras atau tidak gila. Konsekuensinya, orang yang tidak berakal tidak terkena beban kewajiban agama. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits; “Pena Diangkat (kewajiban digugurkan) dari tiga (golongan); Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh), dan orang gila hingga berakal (sembuh).” (HR. Abu Daud, no. 4403)

Syarat Haji ke-3: Baligh Baligh adalah telah sampainya usia seseorang pada tahap kedewasaan sehingga sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Artinya anak kecil yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berhaji sampai ia menginjak usia baligh. Hal ini sudah dijelaskan dalam hadits diatas [HR. Abu Daud, no. 4403]

Syarat Haji ke-4: Merdeka Orang yang bebas atau bukan budak yang terikat tanggung jawab pada tuannya.

Syarat Haji ke-5: Mampu Syarat haji ini secara khusus disebutkan dalam firman Allah ta’ala, yang artinya;

“Menunaikan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali ‘Imran: 97)

Mampu yang dimaksud dalam syarat haji ini, ialah:
– Mampu membayar biaya perjalanan haji PP
– Mampu mencukupi nafkah untuk keluarga yang di tinggalkan
– Mampu melunasi hutang-hutangnya (jika ada)
– Mampu secara fisik dan Ilmu Manasik

Jika hal-hal tersebut belum bisa dipenuhi maka gugur kewajiban haji seseorang karena dianggap belum mampu dari pandangan agama.