Umroh Semarang – Masyarakat Indonesia akhirnya diperbolehkan menjalankan umrah dengan persyaratan yang telah ditentukan Arab Saudi.

Syarat tersebut yaitu wajib karantina 5 hari di Arab Saudi.
Selain itu penerima vaksin Sinovac kini diperbolehkan menjalankan umrah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan jemaah umrah Indonesia bisa menjalankan umrah meski menggunakan vaksin Sinovac.
“Sampai sekarang memang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina. Jadi karantina lima hari kemudian bisa melakukan ibadah (umrah),” kata Budi dikutip Kompas.com, 18 Oktober 2021.

Sementara itu, dari hasil Focus Group Discussion (FGD) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) pada 19 Oktober 2021 dihasilkan sejumlah ketentuan terkait penyelenggaraan ibadah umrah di tengah pandemi corona.

Siapa saja yang bisa umrah dan apa persyaratannya?

Menurut hasil kesepakatan dalam FGD antara Ditjen PHU Kemenag dengan Asosiasi PPIU, untuk pemberangkatan gelombang awal ibadah umrah dilaksanakan dengan memberangkatkan para petugas PPIU.

Adapun syaratnya yakni telah divaksinasi dosis lengkap dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi.

“Pertemuan ini menyepakati bahwa gelombang awal ibadah umrah di masa pandemi akan memberangkatkan para petugas PPIU dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi,” kata Dirjen PHU Hilman Latief dikutip dari laman Kemenag, Selasa, 19 Oktober 2021.

Skema keberangkatan jemaah umrah

Jemaah umrah akan melakukan screening kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat.

Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi Covid-19, meningitis, dan pemeriksaan swab PCR
Asrama haji yang digunakan adalah Asrama Haji Pondok Gede atau Bekasi.

Asrama haji tersebut digunakan untuk pemberangkatan sekaligus pemulangan, sehingga semua dilakukan satu pintu.
Akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jemaah umrah disediakan oleh asrama haji.
Boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV juga dilaksanakan di asrama haji.

Sementara itu pengawasan pelaksanaan screening kesehatan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan.

Skema kepulangan jemaah umrah

Jemaah akan melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan kepulangan.
Saat kedatangan di Indonesia, jemaah akan dites PCR (entry test). Kemudian jemaah akan menjalani karantina di asrama haji selama 5×24 jam.

Asrama haji juga menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah umrah saat kepulangan.

Saat hari ke-4 jemaah melakukan PCR (exit test), dan bila hasilnya negatif, jemaah dapat pulang kembali ke rumah masing-masing.

[Sumber]

Segera booking seat Anda ke Tanah Suci sekarang, karena seat/quota cepat penuh terisi.
📱Whatsaap : 081228155300

Hubungi Kami :
🔸Semarang ▫ Jl. Setiabudi No. 91 Srondol, Banyumanik, Kota Semarang, Telp. 024-76405900 / 0816650805
▫ Jl. Majapahit No. 75 saka square blok 12 a-b, Telp. 0816650805 🔸Pati ▫ Jl. Raya Pati-Tayu Km.1 Telp 0295 38070 / 085290033398 🔸Kendal ▫ Jl. Sunan Abinama Km. 0,5 Patebon, Kendal Telp 081229999300 🔸Wonosobo
▫ Kasiran Rt 03 Rw 08 Mlipak Wonosobo 56312 Telp. 0286 – 323868 / 082 2428 29361